Wednesday, July 27, 2011

Marhaban Yaa Romadhon

Ya Robbii, berikanlah petunjuk dan hidayah MU kepada kami sehingga mampu menjaga rasa syukur atas segala nikmat yang Engkau karuniakan kepada kami...

Ya Rohman, ya Rohiim berikanlah kekuatan kepada kami untuk menjalankan dan mepersiapkan ibadah Romadhon yang Engkau berkahi, amin..

Wednesday, July 6, 2011

Keputusan yang Menenangkan

Pernah dalam satu kondisi saya merasakan kebimbangan yang cukup besar ketika harus menentukan pilihan ikut bersama isteri yang menempuh pendidikan luar negeri atau tetap tinggal bersama 2 anak balita di indonesia.

Atas petunjuk dari Yang MAHA Pemberi Petunjuk, ketika berbagai pertimbangan telah ditelaah satu persatu maka keputusan untuk menentukan pilihan saya pertanyakan lagi kepada yang MAHA TAHU.

Alhamdulillah Allah SWT memberikan sinyal tersebut melalui mimpi...

"Dalam satu scenario mimpi yang saya alami, dikondisikan saya menghadapi seseorang yang benar-benar membuat saya jengkel dan ingin melaporkannya kepada pihak kepolisian. Dengan kepala dan hati yang penuh kemarahan saya menyeret orang tersebut ke kantor kepolisian. Namun ditengah perjalanan, saya bertemu dengan Ayah saya yang menyarankan agar memaafkan orang tersebut dan memaafkannya, membiarkannya dia pergi. Subhanallah dalam scenario mimpi tersebut Allah memberikan ketenangan yang luar biasa setelah saya mengikuti nasehat ayah saya tersebut."

Terbangun dari tidur, teringat saya akan nasehat ayah yang pada akhirnya saya ikuti dan membuahkan ketenangan yang luar biasa....

Robbi auji'ni an asy' kuro ni'matakal latii an'amta 'alayya wa'ala waa lidayya...

Wednesday, June 8, 2011

Waktu = Modal

Membaca tulisan-tulisan mas Jamil Azzaini, Alhamdulillah membuka kesadaran, menyapa hati dan menggugah perasaan. Salah satu tulisan beliau tentang investasi sepanjang masa mengingatkan saya pada selembar kertas yang diberikan "Pak Haji Kobad" dalam sebuah pertemuan singkat di pengajian ahad subuh.

Waktu............
Dalam sebuah firman Allah SWT bersumpah dengan menggunakan kata-kata " Demi Waktu...."

Dilanjutkan pada ayat berikutnya "Sesungguhnya Manusia benar-benar dalam situasi yang merugi..."

Ketika Dzat yang Maha Kuasa mengatakan bahwa manusia -dalam hal ini termasuk "KITA"- selalu dalam situasi rugi, maka bagaimana penjelasan atas pernyataan Dzat yang Maha Bijaksana tersebut???

Pendekatannya mungkin seperti ini:
Jika seseorang memiliki modal untuk berinvestasi, maka orang tersebut akan dikatakan rugi apabila yang dihasilkannya lebih kecil dari modal yang dikeluarkan. orang tersebut juga bisa dikatakan Bangkrut apabila modal yang di-investasikan tidak menghasilkan apapun. Dan bahkan orang tersebut akan dikatakan "Jatuh dan tertimpa tangga pula" jika modal yang di-investasikannya malah membuat dirinya harus membayar hutang atas resiko investasinya.

Ketika waktu dianggap sebagai modal yang dimiliki seseorang yang menggunakan waktu tersebut untuk berbuat keburukan maka sungguh - sangat orang tersebut dalam kondisi yang sangat merugi. Karena apa yang dilakukannya justeru akan mendapatkan balasan siksa akhirat yang waktunya kekal abadi.Perlu diketahui bahwa 1 hari waktu dunia = 1000 tahun waktu diakhirat.

Begitupun bagi mereka yang banyak menggunakan modal waktunya untuk melakukan hal-hal yang "dibolehkan" namun tidak memiliki sedikitpun manfaat. Misalkan saja mereka yang hampir sebagian besar waktunya digunakan untuk "menonton", "bermain","makan","minum" "tidur" dan aktifitas tidak berguna lainnya. Maka sangat pantas sekali kepada mereka ini juga dikatakan orang yang sangat merugi....Mereka ini seperti orang yang menggunakan modal usaha mereka untuk dihamburkan dan hura-hura hingga modal tersebut habis tak bersisa.

Pertanyaannya....
Lalu bagaimana figur manusia yang tidak rugi....??

Dalam lanjutan firman-NYA, "Kecuali mereka yang mengerjakan amal shalih, serta saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran"....

Modal waktu yang dimiliki seseorang dan digunakan untuk mengerjakan amal shalih maka "profit" dari modal yang dikeluarkan akan lebih besar (Profit>=7000% ). bahkan keuntungan tersebut bisa terus diterima tanpa terputus (sekalipun pemilik modal sudah wafat) jika investasi-nya ditanamkan pada sektor : "Pendidikan anak sholeh", "Perbanyakan Sedekah" dan "penyebaran ilmu yang dimiliki". Point penting dalam investasi nya adalah investasi dengan landasan ke-ikhlasan, investasi yang benar dan dijalankan dalam prinsip kesabaran.

Sekarang, dikembalikan kepada Anda..
Apakah Anda berkeinginan menjadi pemilik modal yang sukses mulia atau pemilik modal yang kehilangan modalnya dan/atau bahkan harus menanggung kerugian melebihi modal yang dimilikinya..?

Semoga Allah Yang Maha Pemberi hidayah, menuntun saya dan Anda untuk menjadi pemilik modal yang sukses mulia, amin.

Wassalamu'alaikum,

Friday, June 3, 2011

Tak terasa 2 tahun lebih saya tak lagi menyentuh blog yang saya buat..
Begitu banyak hal yang telah terjadi yang tanpa disadari ternyata terlalu sedikit yang telah saya lakukan untuk merajut kehidupan dimasa depan...

Masa depan itu adalah :
1. Akhirat, masa yang pada akhirnya banyak manusia menyesali diri terhadap apa yang dilakukan saat ini.
Sungguh malu jika berharap surga di masa tersebut, Namun alangkah menakutkannya jika diri harus mencicipi azab Neraka.
2. Masa depan yang lain adalah masa dimana kita membayangkan hal yang berbeda dengan yang saat ini dijalankan. Entah berapa banyak seminar, buku dan motivator yang sudah didengarkan, namun seringkali pertanyaan akan keberanian berhijrah selalu kembali kepada " kapan hal itu dimulai?".

Semoga selalu Hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengiringi langkah dan niat baik kami, amin.

Saturday, April 25, 2009

Si Djoned

Waktu Japra..terpaksa ku jual karena harus cari tambahan buat "Nutup" rumah di Lodan, ada cerita menarik anak-ku naura dengan wak'Mala (kakak kandung-ku).
Naura : "Mamah idham...mobilku dong bagus, ada AC-nya 2 dibelakang, tapi sekarang sudah ngak ada"
Wak : "Loh kemana? dan sekarang naura naik apa donk? (pura-pura ngak tau) "
Naura :"Sudah dijual sama papaku, sekarang aku jadi naik motor lagi...."

Terharu nggak sih dengar cerita seperti itu. Memang dalam beberapa bulan/tahun terakhir karena kehendak ALLAH yang Maha Pemberi Rizki dan salah satu strategi hidup, kami mencoba untuk mendapatkan tambahan asset melalui jual beli asset yang kami punya. Dari mulai "Jupri-Kijang super tahun 1987", "Juki - Soluna Silver tahun 2000","Jaja-Avanza tahun 2008" dan terakhir "Japra-Innova tahun 2009".



Namun berbeda dengan yang lalu, kepemilikan Jaja dan Japra sudah melibatkan emosi anakku -Naura&Jasmine-yang merasa kehilangan alat transportasi hiburan mereka. Ditambah kesulitan
yang kami hadapi untuk bisa bersama dengan sepeda motor, mendorongku untuk memberi prioritas untuk memiliki kendaraan baru.



Alhamdulillah, atas karunia Allah salah seorang teman memberi informasi adanya kawan yang berniat menjual Corolla lama dengan harga kurang dari 15 juta (malu kalo diungkap detail ach..).
Percaya dengan ucapannya dan Feeling kuat berkata bahwa ini mobil yang aku cari, dengan Bismillah ku hubungi kawan dan mengutarakan hasrat untuk memiliki mobilnya. Akhirnya saat ini mobil tersebut sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Karena usia yang tidak jauh dengan usia ku, kami sepakat memberi nama "Djoned-dipanggil DJO-".


"Djoned-Corolla tahun 1977" saat ini telah menjadi kebanggaan kami sekeluarga dan selalu menemani kebersamaanku membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, Rahma", amin ya robbal 'alamin.

Saturday, April 11, 2009

Hidayah Allah SWT



Disarikan dari Kajian Ahad Subuh
Masjid Nuur Ramadhan, Pulo Asem
Oleh : Ust. Salim bin Yahya Qibas


  • Nikmat yang harus selalu diminta dan diharapkan oleh seorang hamba kepada Penciptanya adalah Hidayah. orang-orang yang mendapatkan hidayah dari Allah dijuluki "Mereka yang telah Allah Beri Nikmat".
  • Tidak ada artinya Harta, Kedudukan, keluarga dan segala isi dunia tanpa rahmat dan hidayah dari Allah Yang Maha Kuasa.
  • Hidayah yang telah diberikan akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
  • Allah menyuruh berulang-ulang kepada manusia untuk berharap hidayah karena Iblis selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan Kebenaran. (Al-Qur'an 7: 16-17)
  • Iblis akan menyesatkan manusia melalui :
    a. Hawa Nafsu melalui banyak cara diantara-nya menyamarkan hal-hal yang bersifat
    Syuhat.
    b. Syahwat : Kebutuhan akan materi (Al Qur'an 3 : 14)
  • Untuk itu Rosulullah SAW mengajarkan doa kepada ummatnya:
    1. "Ya Muqallibal Qulub, Sabbit Qalbii ala Diinik"
    2. "Ya Musyarifal Qulub, Syarif Qulubana ala Thoatik"
    3. "Allohumma Arinal Haqqon haqqo war jukna Attiba'ah, Wa arinal Batila batila war
    jukna Ijjtinabah"
  • Hidayah itu tidak ditunggu, Hidayah harus dicapai dengan cara :
    1. Dengan Ilmu (Al-Qur'an 20 : 114)
    2. Dengan Amal yang Istiqomah (Al-Qur'an 2: 2-4)
    3. Doa, Nabi mengajarkan Qunut pada setiap witir sholat malam.
Wallahu a'lam.

Friday, March 20, 2009


Dijual Kijang Innova G M/T 2.5 Diesel Warna Abu-abu Metallic. Februari 2009, KM baru 2.100. Atas nama sendiri, asuransi Mitsui Sumitomo.

Kondisi Mulus 100%, jok lapis Kulit, Kaca Fim 3M.
Harga penawaran 225.000.000 (Nego). Butuh Uang, siapa Cepat dapat.

Hubungi 021-47881866 / 08121055554